Surat Kecil Untuk Tuhan

Posted: 29 Januari 2012 in Uncategorized

Oleh Gita Sesa Wanda Cantika (19/06/1991-25/12/2006)

Tuhan…..andai aku bisa kembali…..aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan…..andai aku bisa kembali…..aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada siapa pun

Tuhan…..bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…..bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu…..biarkan aku melihat bulan dan bintang

Tuhan…..bolehkah aku…..hidup untuk waktu yang lama

Tuhan…..bolehkan aku…..tersenyum untuk waktu yang lebih lama agar tidak ada lagi air mata dalam hidupku

Tuhan…..bolehkan aku menjadi dewasa seperti burung yang terbang sebebasnya di langit

Tuhan…..bolehkah engkau tidak pisahkan aku dari ayah dan teman-teman yang aku sayangi

Tuhan…..surat kecilku ini…..adalah permintaan terakhirku…..andai aku bisa kembali…..

  1. Newborn are examined soon after birth to identify any obvious visible unexpected features or abnormalities and to reassure parents. In home delivery, the midwive or nurse in attendance at the birth usually conducts the initial newborn examination.
  2. When the health provider like the nurse or midwive perform this assessment in the presence of the mother and family members, it provides an opportunity for the family members to ask questions about the newborn and the health provider to provide health teachings and anticipatory guidance.
  3. Assessment of the newborn, as in the adult, should proceed in a systematic manner, that is, from head to toe using the cephalocaudal method finishing with neurologic examination.
  4. Assess the newborn’s attitude and position of flexion first. It should be better to perform the examinations that would tend to upset the infant last so that the infant would be relaxed and quiet during most part of the procedure.
  5. Assess the neonate in a warm and well-lit environment. Cooler environments stress the newborn and this can lead to inaccurancies in assessment. Incorrect findings may be made if the newborn is found to look blue, have bradycardia or cold hands and feet due to a hypothermic environment.
  6. Undress only the part of the body to be examined to prevent heat loss.
  7. Before assessment, thorough hand washing should be performed by the examiner to prevent the risk of cross-infection. In addition, the newborn should be handled with gloves until after the first bath.

Taken from: Infant Care and Feeding 2nd Edition

Maria Loreto Evangelista-Sia, 2008

Anis Baswedan…Indonesia mengajar, Tri Mumpuni dengan kelompoknya…membangun mini hidro di puluhan desa di Indonesia, saursally dan kaskus…anak-anak muda yang berjuang dengan cara yang berbeda, melakukan sesuatu dengan tidak menunggu…

Mereka berbagi satu sifat yang lain…mereka punya komitmen..

Dengan sosial media yang sudah canggih, dengan unit-unit kecil kita bisa melakukan sesuatu bersama-sama…mengkomunikasikan apa yang kita lakukan pada kalangan yang lebih luas..

Bukan cuma menguntungkan diri sendiri..tapi juga menguntungkan orang lain…

daripada mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan lilin bersama-sama…dan…tidak ada tempat yang lebih baik daripada Indonesia

 

CINTA INDONESIA

-Embassy of Republic of Indonesia, Manila-

from Ibu Ayun Sundari

with _winda_

CHEOS

Posted: 6 Juni 2012 in I luv U

Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah di saat kamu berusaha mendapatkannya

Di saat kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia

Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah di saat dia jujur padamu

Di saat kamu merasa dia tak berarti bagimu, ingatlah ketulusannya dan pengorbanannya

Jangan sampai di saat dia tak di sisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

___________?

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (Al-Baqoroh: 186)

There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle. (Albert Einstein)

Allah menunda dan menangguhkan hukuman bagi Qabil. Setelah kejadian itu ia tinggal di Tanah Nod di sebelah timur Eden, lalu terlahirlah seorang anak darinya yang diberi nama Henokh, dari Henokh terlahir Irad, dari Irad terlahir Mehuyael, dari Mehuyael terlahir Metusael, dan dari Metusael terlahir Lamekh.

Lamekh menikahi dua orang wanita, yaitu Ada dan Zila. Dari Ada terlahir dua orang anak, anak pertama diberi nama Yabal dan anak kedua diberi nama Yubal. Yubal adalah orang yang pertama kali tinggal di dalam kemah dan menghasilkan uang. Sedangkan Yubal adalah orang yang pertama kali memainkan kecapi dan suling. Dari istri yang lain, Zila, juga terlahir dua orang anak, putra dan putri. Putranya diberi nama Tubalkain, dan ia adalah orang yang pertama kali membuat tembaga dan besi, dan putrinya diberi nama Naama.

 

Lahirnya Seth bin Adam

Adam dan Hawa berkeinginan untuk memiliki anak yang lain, kemudian lahirlah seorang putra yang mereka beri nama Seth, lalu setelah kelahirannya Hawa berkata, “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habil yang telah dibunuh oleh Qabil. Kemudian dari Seth terlahirlah anak laki-laki yang diberi nama Enos.”

Ketika dikaruniai Seth, usia Adam saat itu 130 tahun, dan Ia hidup setelah itu selama 800 tahun.

Lalu ketika Seth dikaruniai Enos, usianya saat itu adalah 150 tahun, dan ia hidup setelah itu selama 807 tahun. Sepanjang hidupnya, selain Enos, ia juga memiliki putra dan putri lainnya.

Enos dikaruniai Kenan, ketika ia berusia 90 tahun dan ia hidup setelah itu selama 815 tahun.

Ketika Kenan berusia 70 tahun, ia dikaruniai Mahlaeel, dan ia hidup setelah itu selama 840 tahun. Selain Mahlaeel, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Mahlaeel berusia 65 tahun, ia dikaruniai Yared, dan ia hidup setelah itu selama 830 tahun. Selain Yared, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Yared berusia 162 tahun, Ia dikaruniai Henokh, dan ia hidup setelah itu selama 800 tahun. Selain Henokh, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Henokh berusia 65 tahun, ia dikaruniai Metusalah, dan ia hidup setelah itu selama 800 tahun. Selain Metusalah, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Metusalah berusia 187 tahun, ia dikaruniai Lamekh, dan ia hidup setelah itu selama 782 tahun. Selain Lamekh, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Lamekh berusia 182 tahun, ia dikaruniai Nuh, dan ia hidup setelah itu selama 595 tahun. Selain Nuh, ia juga memiliki putra dan putri lain.

Ketika Nuh berusia 500 tahun, ia dikaruniai beberapa orang putra, yaitu Sam, Ham, dan Yafet.

 

 

Sumber: Kisah Para Nabi

Allah berfirman, “Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima, dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertaqwa.” “Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” “Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang-orang yang dzalim.” Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang rugi. Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah ia termasuk orang yang menyesal.” (Al-Maidah: 27-31)

 

Ketika itu Adam menikahkan satu anak laki-laki dari satu kelahiran dengan satu anak perempuan dari kelahiran yang lain. Lalu Habil dijodohkan dengan saudari kembar Qabil, dan Habil ini adalah adik Qabil (lebih muda), sementara saudari kembar Qabil lebih cantik daripada saudari kembar Habil, maka Qabil bersikeras untuk memonopoli saudari kembarnya sendiri dan menikahinya, dan ketika Adam memerintahkan agar Habil menikahi saudari kembar Qabil maka Qabil pun tidak menyetujuinya. Maka Adam memutuskan untuk menyuruh mereka mempersembahkan pengorbanan, dan Ia sendiri ketika itu akan pergi berhaji ke Mekkah. Sebelum pergi, Adam meminta kepada langit untuk menjaga anak-anaknya, namun langit menolak, lalu Ia meminta kepada bumi dan gunung, namun semua menolaknya. Hingga akhirnya, Qabil-lah yang bersedia menjaga adik-adiknya.

 

Ketika datang saatnya untuk berkorban, Habil mempersembahkan kambing yang gemuk, karena ia memang seorang peternak kambing. Sedangkan Qabil hanya mempersembahkan seikat sayuran yang buruk dari hasil tanamannya. Maka ketika nyala api menyambar, api itu hanya mengambil kambing yang dikorbankan oleh Habil dan meninggalkan korban dari Qabil. Melihat hal itu Qabil pun marah seraya berkata, “Wahai Habil, aku akan membunuhmu supaya kamu tidak bisa menikahi saudari kembarku.” Lalu Habil menjawab, “Allah hanya menerima korban dari orang-orang yang bertaqwa.”

Anak Adam yang terbunuh (Habil) adalah yang paling kuat di antara keduanya, namun akhlaqnya mencegah ia dari perbuatan yang tidak baik (membunuh saudaranya sendiri). Adam segera diberitahukan tentang pengorbanan yang dilakukan oleh kedua anaknya, dan Ia juga mengetahui hanya korban Habil yang diterima, lalu Qabil berkata kepada Adam, “Korban Habil diterima hanya karena Engkau berdoa untuk dirinya saja, dan tidak berdoa untukku.” Setelah itu  Qabil pun menghampiri Habil dan mengancam untuk membunuhnya.

 

Ketika pada suatu hari Habil terlambat pulang ke rumahnya dari menggembala, Adam segera mengutus Qabil untuk mencari tahu apa yang membuat Habil belum juga pulang. Lalu ketika Qabil bertemu dengan adiknya itu ia berkata, “Korban yang kamu persembahkan telah diterima, sedangkan persembahanku tidak diterima.” Habil pun menjawab, “Allah hanya menerima korban dari orang-orang yang bertaqwa.” Maka meninggilah amarah Qabil. Qabil melemparkan batu itu ke kepala Habil, hingga akhirnya Habil pun meninggal. Wallahu a’lam.

Jawaban dari Habil ketika diancam oleh kakaknya untuk dibunuh, adalah, “Sungguh, jika kamu (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (Al-Maidah, 28)

Jawaban itu menunjukkan betapa tingginya budi pekerti yang dimiliki oleh Habil. Ia lebih takut kepada Allah daripada kematian. Ia sungguh contoh orang yang baik, ia tidak mau membalas niat buruk saudaranya yang ingin membunuhnya dengan perbuatan yang sama.

 

Menurut keterangan beberapa ulama, bahwa tempat Habil terbunuh adalah di Gunung Qasiun, di wilayah utara Damaskus, tepatnya di sebuah gua yang dinamakan “Gaar Damm” (Gua Darah). Penduduk setempat mengenali gua tersebut sebagai tempat Habil terbunuh oleh saudaranya sendiri, Qabil.

Setelah Qabil membunuh Habil, ia memanggul mayat saudaranya itu di atas punggungnya selama satu tahun. Itulah yang dilakukan oleh Qabil hingga ia melihat burung gagak yang sebenarnya diutus oleh Allah untuk menunjukkan cara-cara menguburkan. Ketika itu Qabil melihat ada dua burung gagak yang tengah bertikai, hingga salah satu dari keduanya terbunuh, setelah itu burung gagak yang masih hidup turun ke bumi dan menggali tanah, lalu burung itu memasukkan burung gagak yang mati ke dalamnya dan menguburkannya. Lalu Qabil pun melakukan hal yang sama dengan burung gagak tadi hingga ia menguburkan saudaranya.

 

Sumber: Kisah Para Nabi