About My Students…(Love Them Anyway)…Part 1

Posted: 5 Agustus 2011 in Uncategorized

Anak adalah seseorang yang belum mencapai 21 tahun dan belum pernah kawin (Depkes RI Thn. 1993), anak adalah seseorang yang berusia kurang dari 18 tahun dalam masa tumbuh kembang dengan kebutuhan khusus, baik kebutuhan fisik, psikologi, sosial, dan spiritual.

Usia mereka kini antara 18-24 tahun. Kalau melihat definisi anak, mereka sudah bukan anak-anak lagi. Mereka sedang berada pada tahap peralihan antara masa remaja (12-21 tahun) dan masa dewasa awal (21-40 tahun). Justru itulah mengapa saya terkadang bingung menghadapi mereka. Sebutan apa yang pantas untuk mereka dari saya ya? Anak-anak saya atau adik-adik saya? Usia mereka tidak terpaut jauh dengan usia saya.

Mereka memanggil saya ibu. Agak risih sebenarnya dengan panggilan itu, mungkin karena belum terbiasa. Kira-kira sudah 1,5 tahun saya mengenal mereka dan mereka telah banyak membuat coretan di dalam hati saya. Boleh saya bilang kalau mereka adalah guru saya. Dan memang benar, perubahan dunia kerja membuat saya pusing dan merasa seperti melayang. Perbedaan yang luar biasa terjadi ketika saya resign dari rumah sakit dan beralih ke tempat ini, dunia pendidikan. Merekalah yang pertama kali memberi saya pegangan sehingga tidak terjatuh. Namun mereka juga yang membuat saya merasakan sakitnya terjatuh.

Di tempat ini, saya bernaung di departemen keperawatan anak. Keperawatan anak merupakan pilihan saya sejak pertama kali saya diterima disini. Walaupun sebenarnya lebih sulit merawat anak daripada orang dewasa, tetapi saya sudah terpapar dengan dunia anak sejak saya di rumah sakit. Dunia anak bukan dunia baru untuk saya meskipun saya belum menikah dan memiliki anak.

Mereka seringkali menjadi model bagi saya ketika saya kurang mengerti tentang tumbuh kembang anak, terutama pada anak-anak di usia mereka. Kadang-kadang saya masih mengganggap mereka anak-anak tapi seringkali saya mengganggap mereka sebagai orang dewasa karena sebenarnya mereka sudah dewasa.

Tingkat I s.d tingkat IV, mereka tahu saya dan saya pun tahu mereka, saya tidak mengenal orang per orangnya, namun secara umum saya dapat mengenali karateristik mereka. Entah karena faktor sekolah swasta atau karena perbedaan zaman dengan saya, saya agak shock melihat kemampuan dan etika mereka. Karena selama hidup saya, baru kali ini saya bertemu dengan mahasiswa yang seperti itu. Kemampuan mereka boleh saya bilang tidak terlalu bagus, kalau saya mengeluarkan nilai asli yang mereka peroleh mungkin 90% dari mereka tidak akan lulus. Kami berusaha untuk meluluskan mereka dengan cara-cara yang baik. Etika mereka juga masih perlu dibina, banyak sekali tindakan mereka yang membuat mata kami terbelalak, telinga kami panas, dan hati kami mengkerut. Telah banyak keringanan yang diberikan, pengertian, kata-kata maaf dari kami, dan sebagainya.

Saya tahu, dalam proses yang berjalan banyak kekecewaan yang mereka dapatkan, dan berulang kali saya mencoba untuk memahami mengapa etika dan tindakan mereka seperti itu. Tapi tetap saja, ada batas-batas yang mereka lewati sebagai seorang mahasiswa. Entahlah, saya rasa, emosi mereka memang masih labil, apakah karena tugas perkembangan usia mereka seperti itu atau ada alasan lain yang melatarbelakangi. Ternyata tidak mudah, sangat tidak mudah menghadapi mereka. Ketika mereka bertanya, kami akan menjawab, sudah berkali-kali kami jawab, mereka tidak pernah puas. Menulis status yang negatif di akun sosial, tertutup pada kami, mengedepankan keluhan tanpa konfirmasi sebelumnya. Banyak yang lainnya tapi lebih banyak lagi yang tidak saya ketahui. Dunia mereka hanya untuk mereka sendiri. Mahasiswa selalu memiliki dunianya sendiri.

Saya tidak pernah ingin masuk ke dalam dunia mereka. Oleh karena itu saya tidak pernah tahu persis apa yang mereka pikirkan. Saya belum sanggup untuk masuk ke dunianya, saya ingin melakukan sesuatunya dengan objektif, untuk masalah pekerjaan ini. Mungkin saya salah, tapi saya melakukan yang mampu saya lakukan.

Bersambung…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s