Perkembangan Psikososial Anak: Erick Erickson (1963)

Posted: 9 Desember 2011 in Uncategorized

Percaya VS Tidak Percaya

Komponen paling utama untuk berkembang pada seorang anak adalah rasa percaya. Rasa percaya pada anak ini harus dibangun sejak tahun pertama kehidupannya. Begitu seorang bayi lahir dan melakukan kontak dengan dunia luar, maka ia akan sangat ketergantungan pada orang dewasa yang ada di sekitarnya. Rasa aman dan rasa percaya terhadap lingkungan merupakan kebutuhan primer. Adapun alat yang digunakan oleh bayi untuk berhubungan dengan dunia luar adalah mulut dan panca inderanya, sedangkan perantara yang tepat antara bayi dengan lingkungannya adalah seorang ibu. Hubungan antara ibu dan anak yang harmonis, melalui pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial, merupakan pengalaman dasar rasa percaya bagi anak. Jika pada usia ini seorang anak tidak terpenuhi rasa percaya dengan lingkungannya, maka dapat menimbulkan masalah. Rasa tidak percaya ini timbul bila pengalaman untuk meningkatkan rasa percaya kurang atau kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara adekuat. Misalnya, anak tidak mendapatkan minum atau air susu yang cukup saat dia lapar sehingga dia harus menangis yang keras atau anak tidak mendapatkan respon ketika dia menggigit dot botol susu pertanda susunya sudah habis, dll.

Otonomi VS Rasa Malu (Usia 1-3 tahun)

Pada usia ini alat gerak dan rasa telah matang dan ada rasa percaya terhadap ibu dan lingkungannya. Perkembangan otonomi selama periode balita berfokus pada peningkatan kemampuan anak untuk mengontrol tubuhnya, dirinya, dan lingkungannya. Anak menyadari bahwa ia dapat menggunakan kekuatannya untuk bergerak dan berbuat sesuai dengan kemauannya sendiri. Misalnya, anak akan puas jika bisa berjalan sendiri, memanjat tanpa dikoreksi oleh orang lain.

Selain itu anak akan menggunakan kekuatan mentalnya untuk menolak dan mengambil sebuah keputusan. Rasa otonomi diri ini perlu dikembangkan karena sangat penting untuk terbentuknya rasa percaya diri dan harga diri di kemudian hari. Hubungan dengan orang lain yang bersifat egosentris atau mementingkan diri sendiri. Adapun peranan lingkungan dalam hal ini adalah memberikan support dan memberikan keyakinan yang jelas. Perasaan negatif pada anak adalah rasa malu dan rasa ragu yang timbul jika anak merasa tidak mampu untuk mengatasi segala tindakan yang dipilihnya sendiri sera kurangnya support dari kedua orang tua dan lingkungannya. Misalnya, orang tua selalu mengintervensi anak, orang tua tidak memberikan keleluasaan bagi anak untuk memilih satu atau dua dari berbagai alternatif pilihan yang ada.

Inisiatif VS Rasa Bersalah (Usia 3-6 tahun)

Pada tahap ini anak mulai belajar untuk mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Rasa inisiatif mulai menguasai anak, anak sudah mulai untuk diikutsertakan sebagai individu atau membantu orang tua dan lingkungannya. Misalnya, anak ikut serta merapikan tempat tidur, bagi anak wanita bisa membantu ibunya di dapur. Dalam hal ini anak sudah mulai memperluas lingkup pergaulannya. Ia menjadi aktif di luar rumah, kemampuan berbahasa semakin meningkat. Hubungan dengan teman sebaya dan saudara cenderung untuk selalu menang sendiri.

Disini peran seorang ayah sudah mulai berjalan, harus ada hubungan yang harmonis antara ayah, ibu, dan anak yang tujuan akhirnya adalah untuk memantapkan identitas diri anak. Orang tua dapat melatih anak untuk mengintegrasikan peran-peran sosial dan tanggung jawab sosial. Pada tahap ini pula kadang-kadang anak tidak dapat mencapai tujuan atau kegiatan yang lebih disebabkan karena keterbatasan kemampuannya. Akan tetapi jika ada tuntutan lingkungan, misalkan dari orang tua sendiri ataupun dari orang lain yang terlalu tinggi, maka akan dapat mengakibatkan anak merasa aktivitasnya/ imajinasinya buruk dan pada tahap berikutnya anak akan merasa kecewa dan selalu merasa bersalah

Industri VS Inferioritas (Usia 6-12 tahun)

Tahap ini anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas yang pada akhirnya dapat menghasilkan sesuatu yang berarti bagi dirinya. Anak siap untuk meninggalkan rumah orang tuanya dalam waktu yang terbatas untuk melanjutkan sekolah/ mencari ilmu. Melalui proses pendidikan inilah anak akan belajar untuk bersaing yang bersifat kompetitif. Di samping itu dalam diri anak harus ada sifat kooperatif dengan orang lain, saling memberi dan menerima pendapat, setia kawan, serta mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku.

Orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak pada tahap ini adalah guru dan teman sebanyanya. Peranan seorang guru sangat penting dalam rangka identifikasi pemikiran-pemikiran anak, jadi biasanya anak sangat patuh dan tunduk terhadap gurunya.

Identitas VS Difusi Peran

Pada tahap ini terjadi perubahan fisik dan jiwa di mana biologis seperti orang dewasa. Sedangkan psikososial belum mempunyai hak seperti orang dewasa sehingga nampak seperti adanya kontradiksi bahwa di lain pihak ia dianggap sebagai orang dewasa muda tetapi di sisi lain ia dianggap belum dewasa. Tahap ini merupakan masa standarisasi, yaitu anak mencari identitas diri dalam bidang seksual, umur, dan kegiatan.

Peran orang tua sebagai sumber perlindungan dan sumber nilai yang utama mulai menurun, sedangkan peran kelompok atau teman sebaya sangat tinggi. Teman sebaya dipandang sebagai teman senasib, partner, dan saingan.Melalui kehidupan berkelompok inilah remaja mulai untuk bereksperimen dengan sebuah peranan dan dapat menyalurkan dirinya. Remaja cenderung memilih orang-orang dewasa yang penting baginya dan yang dapat mereka percaya di mana nantinya sebagai tempat bagi mereka untuk berpaling/ berlindung saat terjadi krisis.

From Asuhan Keperawatan Pada Anak

Author: Sujono Riyadi and Sukarmin, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s