Kebutuhan Dasar Manusia (Abraham Maslow)

Posted: 30 Januari 2012 in Uncategorized

Kebutuhan dasar manusia merupakan kebutuhan manusiawi, suatu kebutuhan yang sangat penting dan akan dicari bila belum terpenuhi. Sebagai contoh, bila kita dikuasai oleh rasa kantuk yang amat hebat maka satu-satunya hal yang ingin kita lakukan adalah tidur. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena saat kita tidak dapat tertidur padahal kita dalam keadaan kantuk berat, kita akan merasa tidak aman dan terkucil, rasa kantuk menguasai pikiran kita dan membuat kita hampir tidak mungkin lagi memperhatikan hal-hal yang lain.

Abraham Maslow adalah seorang psikolog yang telah menyusun daftar tentang berbagai kebutuhan dasar manusia, yang dikenal dengan istilah Hierarki Maslow. Disebut dengan hierarki karena semua kebutuhan ini tersusun secara hierarkis, artinya bila kebutuhan dasar yang paling rendah belum terpenuhi, akan mempengaruhi kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya.

Berikut adalah Hierarki Maslow:

  1. Fisiologis: rasa lapar, haus, dingin, panas, sakit, kantuk, lelah
  2. Rasa aman: terancam bahaya yang nyata atau yang dibayangkan, berada di tempat yang belum dikenal, kurang memahami situasi
  3. Rasa memiliki: merasa “tersingkir” atau diabaikan, merasa asing di suatu tempat dan tidak menyatu dengan lingkungan
  4. Cinta kasih: tidak mempunyai teman atau hubungan afeksi yang akrab dengan orang lain, merasa tidak diperhatikan atau tidak dicintai, tidak dapat menunjukkan perhatian atau cinta kasih kepada orang lain
  5. Kehormatan: diperlakukan dengan kurang hormat, perasaan ditertawakan oleh orang lain, dibentak, ditegur, atau diperintah
  6. Harga diri: mengetahui telah melanggar nilai-nilai yang dianutnya, merasa tidak mampu menghadapi situasi, merasa kurang penting, kurang berharga, atau kurang baik daripada orang lain
  7. Aktualisasi diri: terhambat dalam mengembangkan bakat atau kemampuan, tidak memiliki pekerjaan yang sesuai dan memuaskan, tidak memahami diri sendiri dan mekanisme kerja sendiri
  8. Transendensi diri: tidak berhasil mengembangkan falsafah hidup yang seutuhnya, tidak berhasil memilih dan hidup berdasarkan nilai-nilai luhur, hidup dengan sikap seakan-akan kita adalah pusat segalanya (serba sempurna seperti tuhan.

Pandangan Maslow tentang hakikat manusia sangat positif. Ia berpendapat, bila mendapat dorongan yang cukup besar, dan kebutuhannya yang lebih rendah telah terpenuhi, orang dengan sendirinya akan berusaha memenuhi kebutuhannya yang lebih tinggi. Kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya demikian berpengaruh dan dapat merintangi motif-motif yang lebih tinggi. Sebagai contoh, bila seseorang sangat asyik mengerjakan hobinya sebagai kebutuhan aktualisasi diri, dia akan terus mengerjakan hobinya dan dia akan berhenti ketika merasa lapar. Dia tidak akan melanjutkan pekerjaannya sampai menemukan makanan, memakannya, dan rasa laparnya hilang.

Maslow mengatakan bahwa kita harus secara aktif berusaha memenuhi kebutuhan. Kita tidak dapat berdiam diri dan mengharapkan orang lain berusaha untuk kita. Oleh karena itu, bila kebutuhan akan cinta kasih belum terpenuhi, seseorang harus memberikan cinta kasih pada orang lain.  Kepekaan akan kebutuhan orang lain yang belum terpenuhi dapat membantu kita bekerja secara efektif dengan mereka.

 

Sumber: Memahami Orang Lain, Meningkatkan Komunikasi dan Hubungan Baik Dengan Orang lain. Mary Jo Meadow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s