Bedtime Story: Pertolongan Allah Kepada Tiga Musafir

Posted: 8 Februari 2012 in Uncategorized
Tag:

Pada suatu masa, ada tiga orang pemuda yang melakukan perjalanan. Saat malam menjelang, tiga pemuda musafir memutuskan untuk beristirahat di dalam gua.

Ketika sedang tidur, mereka dikejutkan oleh suara yang sangat keras. Mereka mendapati pintu gua telah tertutup oleh batu besar. Dengan sekuat tenaga, mereka berusaha menggeser batu besar. Namun, batu besar itu tidak bergeser sedikit pun. Mereka bersepakat untuk menceritakan kebaikan yang pernah dilakukan. Mereka berharap Allah akan mengabulkan doa mereka untuk keluar dari gua tersebut.

Pemuda yang pertama bercerita tentang kebaikannya kepada kedua orang tuanya. Kegiatan rutin pemuda itu adalah memerah susu kambing dan mencari kayu bakar. Hasil penjualan kayu bakar digunakan untuk membeli makanan. Pemuda itu akan menghidangkan makanan dan susu untuk orang tuanya.

Pada suatu ketika, pemuda itu pulang terlalu malam. Ia belum menghidangkan susu untuk kedua orang tuanya, padahal mereka telah tertidur. Pemuda itu masuk ke dalam kamar orang tuanya dengan membawa segelas susu. Di sana, ia tidak tega membangunkan kedua orang tuanya. Pemuda itu pun berdiri di sana semalaman dengan memegang segelas susu.

Setelah kedua orang tuanya terbangun, ia segera memberikan susu tersebut. Dengan demikian, orang tuanya dapat meminum susu. Setelah selesai bercerita, batu besar itu pun bergeser sedikit.

Tiba giliran pemuda kedua bercerita. Pemuda itu mengisahkan bahwa ia pernah mencintai seorang gadis cantik. Namun sayang, gadis itu tidak membalas cintanya. Kemudian ia menawarkan 120 dinar kepada gadis itu dengan syarat gadis itu mau dengannya. Ternyata gadis itu menerimanya.

Tibalah gadis itu menemuinya. Tiba-tiba, perasaan takut kepada Allah menyelimuti hati pemuda itu. Ia pun membatalkan niatnya, sedangkan uangnya tetap diberikan kepada gadis itu. Setelah itu, batu besar bergeser sedikit.

Pemuda ketiga mulai bercerita. Ia memiliki beberapa pekerja. Suatu hari, salah seorang pekerjanya menghilang begitu saja. Pekerja itu belum sempat mengambil upahnya. Kemudian, upah itu dibelikan seekor kambing yang sedang bunting. Lama kelamaan, kambing itu berkembang biak menjadi banyak. Suatu ketika, sang pekerja menemui pemuda itu. Ia menuntut upahnya. Pemuda itu pun mengajaknya pergi ke padang rumput. Ia berkata, “ini semua adalah upahmu”. Padang rumput itu dipenuhi oleh kambing-kambing. Si pekerja pun sangat senang.

Mereka bertiga telah selesai bercerita. Kemudian, ketiganya berdoa, “Ya Allah, kami telah menceritakan sesuatu yang benar. Bukakanlah pintu gua ini”. Allah pun mengabulkan doa mereka. Batu besar itu bergeser. Akhirnya mereka dapat keluar dari gua.

Disadur dari 366 Kisah Al-Quran Jilid 11, Oleh Sugiasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s