Menjadikan Dirinya Orang Terakhir

Seseorang yang penuh cinta kasih memperlakukan dirinya sendiri dengan penuh hormat dan penuh perhatian sebagaimana ia memperlakukan orang lain, tidak berlebihan atau pun kurang. Seseorang yang selalu menempatkan dirinya sebagai orang terakhir, dan menganggapnya sebagai perbuatan yang menunjukkan cinta kasih, seringkali mencoba meyakinkan dirinya tentang kebaikan hatinya sendiri. “Memanfaatkan” perilaku mencintai seperti ini merupakan upaya yang kurang tepat untuk meningkatkan harga diri. Orang-orang ini sering kecewa, merasa jengkel, dan memandang rendah orang yang tidak berperilaku sesuai dengan patokan mereka.

Jangan keliru menyamakan cinta akan diri sendiri (self-love) dengan egoisme (selfishness). Menolak untuk mencintai diri sendiri, maka kita tidak akan dapat mencintai orang lain, bagaikan mengambil air dari sumur yang kering, berusaha mencintai orang lain tapi selalu gagal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s