Sepenggal Doa Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz berdoa dengan doa ini,

“Ya Allah, buatlah aku ridha dengan qadha’ (keputusan)-Mu, berkahilah aku dalam qadar (ketentuan)-Mu, hingga engkau tidak suka untuk menyegerakan apa yang engkau akhirkan dan tidak mengakhirkan apa yang Engkau segerakan.”

Dia berkata, “Tiada henti aku berdoa dengan doa ini, hingga aku tidak memiliki kesenangan pada apa pun kecuali yang ada dalam ketentuan Allah.”

Jika masuk Ka’bah, Umar bin Abdul Aziz berdoa,

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menjanjikan keamanan bagi orang yang masuk rumah-Mu dan Engkau adalah sebaik-baik tuan rumah dalam rumah-Nya. Ya Allah, jadikanlah keamanan yang Kau selimutkan padaku adalah Engkau mencukupkan aku dari perbekalan dunia dan Engkau hindarkan aku dari segala rasa tidak tenteram tanpa surga hingga akhirnya Engkau memasukkan aku ke dalamnya dengan rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Umar juga berdoa,

“Ya Allah, pakaikanlah afiyah (kesentosaan) pada diriku hingga Engkau membuat aku menghinakan hidup mencari dunia. Tutuplah hidupku dengan ampunan-Mu sehingga dosa-dosaku tidak membahayakanku. Dan, hindarkanlah aku dari segala rasa tidak tenteram tanpa surga hingga Engkau memasukkanku ke dalamnya dengan rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Jika berada di Arafah, Umar bin Abdul Aziz berdoa,

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengundang untuk berhaji di rumah-Mu dan Engkau berjanji untuk memberikan manfaat kepada yang menyaksikan manasik-Mu dan ini aku telah datang kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah manfaat yang Engkau anugerahkan kepadaku memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat kepadaku dan Engkau menghindarkan aku dari neraka.”

Umar bin Abdul Aziz pernah berdoa,

“Ya Allah, jangan Engkau memberiku di dunia pemberian yang menjauhkan aku dari rahmat-Mu di akhirat.”

Dia juga berdoa,

” Ya Rabbi, Engkau ciptakan aku, Engkau perintahkan aku, Engkau larang aku, Engkau iming-imingi aku dengan pahala dalam apa yang Engkau perintahkan padaku, dan Engkau ancam aku dengan siksa pada apa yang Kau larang padaku…Engkau memenangkan aku menguasai musuh dan Engkau tenangkan dada dan aliran darahku. Jika aku berhasrat melakukan kekejian yang menggebu dan berniat melakukan ketaatan dengan hasrat lemah, Engkau tidak lalai jika aku lalai dan tidak lupa jika aku lupa; hasrat itu memancang aku dalam syahwat dan memanjang aku dalam syubuhat. Jika tidak Engkau tolak tipu dayanya dariku niscaya aku akan tergelincir. Ya Allah, goyanglah kekuatannya atasku dengan kekuatan-Mu atasnya hingga Kau buat hasrat buruk itu redam dengan dzikirku pada-Mu dan aku berjaya bersama golongan yang berlindung pada-Mu. Tiada daya tiada kekuatan kecuali dengan kekuasaan-Mu.”

Umar juga berdoa,

“Ya Rabbi, jadikanlah aku dapat memanfaatkan akalku dan jadikanlah apa yang aku tempuh kepadanya lebih penting bagiku dari apa yang terputus dariku. Ya Allah, sungguh aku telah berbaik sangka baik pada-Mu maka baguskanlah pahala untukku. Ya Allah, berilah aku dari dunia apa yang membuatku terlindung dari fitnahnya dan tidak memerlukan penduduknya, dan jadikanlah dunia sebagai pengantar bagiku menuju hal yang lebih baik darinya. Sesungguhnya, tiada daya tiada kekuatan kecuali dengan kekuasaan-Mu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s